SELAYANG PANDANG SDIT BAITUSSALAM

(Sekolahnya para Juara dan Penghafal Al Qur’an)

SDIT Baitussalam berdiri pada tahun 1999, sebagai wadah bagi para alumni TKIT Baitussalam angkatan pertama. Namun makna kehadirannya lebih dari sekedar itu. SDIT Baitussalam ingin memberi warna baru bagi hadirnya lembaga pendidikan Islam berkualitas. Yang punya nilai lebih dan punya daya saing tinggi. Baik sisi akademis, non akademis, ibadah, akhlak maupun capaian hafalan Al Qur’an-nya. Tidak hanya sekolah yang ‘asal beda’ atau tampil ‘wah’ namun kosong isinya. SDIT Baitussalam benar-benar ingin bersandar dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam yang telah Rasulullah saw ajarkan. Dengan jalan memadukan dan mengaplikasikan dalam pembelajaran dan aktifitas keseharian baik di sekolah, di rumah maupun di masyarakat. Sehingga dapat dirasakan oleh semua bahwa Islam itu benar-benar rahmatan lil ‘alamin (membawa rahmat bagi seluruh alam).

Dengan jumlah angkatan pertama sebanyak 12 siswa setapak demi setapak, setahun, dua tahun, tiga tahun akhirnya atas ijin Allah, tepat di usia ke 20 tahun ini, jumlah siswa hampir mencapai 700. Alhamdulillah… sebuah capaian yang harus terus kita syukuri. Ini sebagai bukti bahwa animo dan kepercayaan masyarakat makin meningkat. Sebuah amanah yang tidak ringan dan tidak mungkin dijalani sendiri oleh para pendidik, namun butuh sinergitas dengan para wali dan stake holder yang ada.

Tidak mudah untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada lembaga pendidikan ini. Di awal-awal berdiri banyak tantangan yang harus dihadapi. Tidak sedikit yang masih meragukan kemampuan para pengelolanya yang relatif masih muda-muda. Banyak juga yang meragukan karena minimnya fasilitas. Ada pula yang menunggu-nunggu masalah legal-formal sekolah, yang pada saat itu tidak turun-turun ijin operasional maupun statusnya. Juga model pembelajaran full day school yang bagi sebagian besar orang masih asing di telinga mereka. Seiring dengan berjalannya waktu Alhamdulillah semua itu dapat teratasi, terlewati dan diberi kemudahan Allah SWT hingga masalah-masalah yang muncul dapat terurai satu persatu.

Berbagai prestasi telah berhasil ditorehkan oleh para siswa. Ratusan tropy berderet di almari sekolah sebagai buktinya. Dari mulai jenjang kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional ada di sana. Berbagai cabang lomba (seni, olah raga, bahasa, agama) telah disabetnya. Inilah tradisi turun temurun dan sekaligus moto SDIT Baitussalam sebagai ‘Sekolahnya para Juara’. Di samping itu moto ke dua adalah ‘Sekolahnya para Penghafal Al Qur’an’. Alhamdulillah dalam kesehariannya siswa SDIT Baitussalam sudah dibiasakan berinteraksi akrab dengan Al Qur’an. Muroja’ah dan hafalan Al Qur’an adalah menu harian mereka. Sehingga pada tiap tahunnya ada acara ‘wisuda’ bagi para hafidz/ hafidzah yang telah berhasil menghafal 1 juz, 2 juz, 3 juz, 4 juz, dst. Alhamdulillah sejauh ini jumlah wisudawan/wisudawati selalu meningkat dan capaian juznyapun meningkat pula.

Perjuangan mewujudkan visi dan misi sekolah adalah tanggung jawab bersama. Sebuah mimpi besar bagi lahirnya generasi unggul, generasi qur’ani dan generasi harapan umat ada pada pundak kita bersama. Dengan meluruskan niat hanya karena Allah semata dan ikhtiar yang tak berbatas, marilah kita terus berproses, saling bergandeng tangan, bahu membahu mewujudkannya!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share
Share